UPA SDHHTL Unmul Perkuat Edukasi Lingkungan melalui Training of Trainer KHDTK
Samarinda — Unit Penunjang Akademik(UPA) Sumber Daya Hayati Hutan Tropika Lembab (SDHHTL) Universitas Mulawarman(Unmul) terus memperkuat peran strategisnya dalam upaya pelestarian lingkungandan pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem. Hal tersebut diwujudkanmelalui penyelenggaraan kegiatan Training of Trainer (ToT) dengan tema “EdukasiLingkungan KHDTK, Selamatkan Keanekaragaman Hayati, Pastikan Lestari Hutan MasaDepan”, yang dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di AulaKawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul Bukit Soeharto.
Kegiatan ini merupakan bagian dariprogram sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar HutanPenelitian dan Pendidikan (HPP) Unmul Bukit Soeharto, sekaligus penguatankapasitas sumber daya manusia yang berperan sebagai fasilitator edukasilingkungan. ToT ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahamankonseptual dan praktis mengenai pentingnya KHDTK dalam menjaga keseimbanganekologi, keanekaragaman hayati, serta fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.
Dalam paparannya, salah satunarasumber, Drs. Martinus Nanang, M.A, menegaskan bahwa meningkatnyaintensitas bencana alam seperti banjir, longsor, dan kebakaran hutan tidakdapat dilepaskan dari menurunnya kualitas lingkungan. “Hutan, termasuk KHDTKUnmul Bukit Soeharto, memiliki peran vital sebagai benteng ekologis. Edukasikepada masyarakat menjadi kunci agar pengelolaan kawasan hutan dapat berjalanselaras antara aspek konservasi dan kebutuhan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Nur Arifudin,S.H., M.H. dalam pemaparannya menyoroti aspek regulasi dan kesadaran hukumdalam pengelolaan kawasan hutan. Menurutnya, penguatan pemahaman hukumlingkungan sangat relevan dengan kondisi terkini. “Bencana alam yang terjadi diberbagai daerah menjadi pengingat bahwa pengelolaan hutan tidak hanya soalteknis, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab bersama. KHDTKharus dijaga sebagai ruang edukasi dan konservasi, bukan dieksploitasi,”tegasnya.
Narasumber lainnya, Ir. RudiTaufana, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjagakeberlanjutan KHDTK. Ia menyampaikan bahwa pendekatan berbasis edukasi danpendampingan masyarakat terbukti efektif dalam menekan potensi kerusakan hutan.“Melalui ToT ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yangmenyampaikan pesan-pesan konservasi secara tepat, sehingga masyarakat sekitarhutan turut berperan aktif mencegah degradasi lingkungan yang berujung padabencana,” jelasnya.
Kegiatan Training of Trainer inidiikuti oleh pengelola kawasan, akademisi, serta perwakilan masyarakat sekitarhutan. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktifmengenai tantangan pengelolaan KHDTK di tengah perubahan iklim dan tekananpembangunan.
Melalui kegiatan ini, UPA SDHHTL UniversitasMulawarman menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam upayapelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur. Edukasilingkungan yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektifbahwa menjaga hutan hari ini merupakan investasi penting untuk mencegah bencanadan menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan./Wisanggeni